Notice: Error when decoding a theme.json schema for user data. Syntax error in /home/code-kobo/public_html/wp-includes/class-wp-theme-json-resolver.php on line 314

Notice: Error when decoding a theme.json schema for user data. Syntax error in /home/code-kobo/public_html/wp-includes/class-wp-theme-json-resolver.php on line 314

021-3970 9999 info@vibicloud.com

Mengenal Layanan Google Cloud Platform (GCP)

google cloud platform

Table of Contents

Sesuai dengan judul pada artikel ini, selain Google membuat layanan di internet yang paling terkenal di dunia yaitu Google Search Engine, mereka juga membuat layanan cloud computing yang canggih juga loh, yang mereka beri nama Google Cloud Platform atau biasanya dikenal atau disingkat dengan GCP. Pengen tahu ada apa saja sih ditawarkan pada GCP ini? Yuk, simak artikel berikut ini.

Sejarah Google Cloud Platform

Sebelum kita membahas apa itu Google Cloud Platform, mari kita bahas sekilas tentang sejarahnya terlebih dahulu. Jadi Google pada tahun 2008 awalnya meluncurkan produk yang bernama Google App Engine (GAE), yang dimana produk ini merupakan layanan yang memungkinkan para penggunanya untuk membuat dan meng-hosting aplikasi webnya pada datacenter milik Google.

Akan tetapi GAE ini masih berstatus preview jadi masih ada beberapa bugs yang akan mungkin terjadi jika digunakan. Layanan tersebut juga termasuk salah satu layanan serverless (PaaS), yang menjadikan para penggunanya juga ngga perlu pusing-pusing lagi mengatur network, operating system, ngonfig web-server, dan sejenisnya. Jadi hanya perlu fokus ke aplikasi yang ingin dideploy dan digunakan saja.

Pada tahun 2011 GAE ini baru diubah statusnya menjadi generally available (GA), yang juga Google meluncurkan beberapa produk cloud selain GAE tersebut, seperti Google Storage, BigQuery, dan CloudSQL.

Sampai saat artikel ini dibuat, Google atau lebih tepatnya GCP, sudah memiliki ratusan produk google cloud yang ditawarkan, termasuk produk yang paling terkenal untuk memanage container yaitu Google Kubernetes Engine.

Infrastruktur dan Service Level Agreement GCP

Google Cloud Platform merupakan salah satu Cloud Provider yang memiliki jumlah infrastruktur datacenter terbanyak di dunia. Setidaknya pada saat artikel ini dibuat, GCP sudah memiliki ratusan datacenter yang dibagi menjadi 29 region dan 88 zona, yang dimana salah satu lokasinya juga terdapat di Indonesia.

Data center GCP Indonesia (Jakarta) mempunyai nama lain yaitu asia-southeast2, pada region ini juga sudah disediakan 3 zona yang mempunyai lokasi berbeda-beda, sehingga hal tersebut memungkinkan para penggunanya untuk menghindari atau memimalisir terjadinya hardware atau software failures dengan cara menempatkan aplikasi atau server-servernya di tiap zona yang berbeda-beda.

Dalam menjaga keamanan infrastrukturnya, Google Cloud Platform juga telah mengantongi berbagai macam sertifikasi dan standard internasional, seperti:

  • ISO/IEC 27001 tentang manajemen keamanan informasi
  • ISO/IEC 27017 dan 27018 tentang teknologi dan informasi
  • SOC 1 terkait dengan mengontrol sistem dan organisasi
  • FISC yang berkaitan dengan keamanan sistem komputer dalam lingkup finansial
  • FedRAMP yang berkaitan dengan standarisasi keamanan, otoritas, dan pemantauan terhadap produk dan layanan cloud

Kemudian ketika kita bicara terkait tentang SLA atau Service Level Agreement, maka dari GCP mempunyai tingkat SLA yang berbeda-beda dari masing-masing produk yang ditawarkan di dalam GCP tersebut. Sebagai contoh yang dapat kita ambil seperti pada produk Compute Engine, mempunyai tingkat SLA seperti pada tabel di bawah ini:

ruang lingkup layanan google cloud
Untuk detail dari SLA pada masing-masing produk GCP tersebut dapat dilihat pada halaman ini: Google Cloud Platform SLA

Alasan Mengapa memilih Google Cloud Platform?

Ada beberapa alasan yang ditawarkan oleh GCP agar kamu memilihnya dibanding yang lain, yaitu:

1. Multicloud

GCP sadar betul bahwa para penggunanya itu juga ada beberapa yang akan tetap ada kebutuhannya untuk menggunakan infrastruktur di on-premise maupun cloud lain, baik itu dikarenakan regulasi, masalah CapEx atau OpEx, ataupun hal-hal lainnya.

Baca juga: Pilih Mana, CapEx atau OpEx untuk Solusi Cloud?

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka multicloud merupakan solusinya yang ditawarkan oleh GCP ini. Hal ini dapat dibuktikan dengan beberapa produk GCP yang telah mendukung multicloud tersebut.

Seperti Anthos yang memungkinkan kamu untuk memanajemen atau mengatur infrastruktur dan aplikasi yang kamu punya yang berada di GCP, on-premise, maupun cloud lain untuk dapat diintegrasikan satu sama lain.

Dan juga BigQuery Omni yang memungkinkan kamu untuk melakukan analytics terhadap data yang berada di GCP, AWS, dan juga Azure (coming soon).

2. Data-cloud

Apa itu data cloud? Maksudnya gimana sih? Jadi pada GCP ini juga menyediakan produk-produk yang memungkinkan kamu untuk dapat melakukan analisa terhadap data-data yang kamu miliki, untuk membantu proses bisnis yang kamu punya.

Bahkan pada tahun 2021 Gartner juga mengakui bahwa Google juga termasuk sebagai salah satu Leader untuk Cloud Database Management Systems.

Nah untuk produk-produk di GCP yang berkaitan dengan data tersebut yaitu seperti:

  • BigQuery untuk bagian dari data warehousenya,
  • Cloud Spanner sebagai management relational databasenya yang juga mempunyai SLA 99.999%,
  • Looker untuk bagian dari business intelligence, data application, dan embedded analytics
  • Dan juga ada Vertex AI yaitu platform artificial intelligence untuk membantu kamu membuat, men-deploy, dan scale model dari machine learning dengan cepat.

Baca juga: Optimalkan Cloud Computing dengan Cloud Management

3. Data Center

Selain masalah teknisnya, ada juga salah satu hal lain kenapa kamu mempunyai alasan untuk memilih GCP, yaitu dari segi data center industrinya. Hah kok malah nyambung kesini sih?

Jangan salah, banyak data center yang menggunakan energi untuk menyalakan data center tersebut tidak memikirkan lingkungan hidup yang ada disekitarnya dan mempunyai energi buangan berupa carbon yang banyak.

Nha dari hal tersebut Google dengan mempunyai 1 goal utama untuk melakukan de-carbonizing dari energi yang dikonsumsi dari data centernya tersebut, sehingga pada tahun 2030 nanti seluruh data centernya akan beroperasi dengan energi yang bebas dari carbon selama 24/7.

Dan terus mengapa ini juga menjadi alasan? Nha jika kamu menggunakan GCP ini, maka kamu secara tidak langsung juga akan membantu untuk tidak melakukan pencemaran lingkungan di dunia ini, serta membantu untuk membuat rantai pasokan yang jauh lebih sehat.

Penutup

Yap, sudah selesai penjelasan terkait layanan cloud computing miliki Google nih, mungkin jika kamu para pembaca ingin mengetahui lebih lanjut terkait GCP atau, mungkin ingin menggunakan GCP sebagai platform untuk menyimpan dan menjalankan aplikasi kamu? Feel free to reach us yaa, karena ViBiCloud sebagai salah satu Cloud Provider di Indonesia juga telah ber-partner langsung dengan Google Cloudnya lho, jadi jangan tunggu lama-lama langsung klik tombol Contact Us di bawah ini yuk.

So, see you on the next article, stay safe and stay healthy.

Konsultasikan lebih lengkap dengan tim kami, klik button dibawah ini.