Notice: Error when decoding a theme.json schema for user data. Syntax error in /home/code-kobo/public_html/wp-includes/class-wp-theme-json-resolver.php on line 314

Notice: Error when decoding a theme.json schema for user data. Syntax error in /home/code-kobo/public_html/wp-includes/class-wp-theme-json-resolver.php on line 314

021-3970 9999 info@vibicloud.com

Mengenal Containerization : Teknologi yang Booming saat ini

Container

Table of Contents

Hallo, seperti pada judul yang di atas, pada artikel ini kita akan membahas tentang teknologi Containerization yang mana pada saat artikel ini dibuat, sedang booming-boomingnya, dan banyak perusahaan yang memindahkan aplikasi mereka menjadi container ini.

Namun sebelum itu, apakah kamu mau tau lebih jauh tentang teknologi container ini? Yuk simak artikel ini yaa

Awal Mula Containerization

Teknologi containerization itu sebenernya sudah ada cukup lama, yaitu muncul pada tahun 1979. Tapi kalo dulu itu secara penamaan bukan dinamakan “container” tapi mempunyai nama yaitu “chroot”, yang dimana chroot ini dibuat bersamaan ketika pembuatan Unix yang versi ke 7 atau lebih dikenal Version 7 (V7).

Selanjutnya chroot itu dipakai sama BSD pada tahun 1982, lalu juga dikembangkan lagi sama FreeBSD yang namanya juga diubah dari chroot menjadi “FreeBSD Jails”. Selain itu, Solaris juga mengenalkan teknologi yang mirip, namun dinamakan berbeda yaitu Solaris Zone pada tahun 2004 lalu.

Sejarah Awal Mula Teknolgi Container

Lalu hubungannya chroot,jail atau zone, dengan containerization itu dari mananya? Jadi untuk hubungannya itu lebih ke konsep yang digunakan dari teknologi-teknologi tersebut sama, yaitu melakukan “isolasi” terhadap suatu services atau aplikasi yang dijalankan dalam suatu mesin (server).

Lalu Gimana sih Cara Kerja Container itu?

Seperti yang dijelaskan sedikit di atas, teknologi container tersebut mempunyai cara kerja untuk meng-isolasi terhadap aplikasi yang akan dijalankan pada suatu server, jadi masing-masing aplikasi yang ada, akan ter-isolasi satu sama lain.

“Ah, masih kurang paham, maksudnya gimana sih?”

Jadi mungkin kita ke contoh kasusnya. Semisal kita akan membuat 2 aplikasi yang berbeda, kemudian aplikasi tersebut mempunyai dependencies package yang berbeda satu sama lain. Untuk aplikasi A diharuskan menggunakan python versi 3.10, namun untuk aplikasi B diharuskan menggunakan python versi 2.7.

Maka dari kasus tersebut jika secara konvesional kita juga akan membuat 2 server (baik itu server fisik maupun VM) yang berbeda, yang masing-masing mempunyai versi python yang berbeda-beda, dan kalau mengikuti hal tersebut kan jadi tidak efisien terhadap penggunaan resources yang ada. Jadi disitulah awal mula diciptakannya teknologi containerization.

Baca juga: Mengenal Virtual Machine Serta Kelebih dan Kekurangannya

Dan jika menggunkan teknologi tersebut, maka kita akan hanya butuh 1 server untuk menempatkan kedua aplikasi tersebut (ataupun lebih). Jadi nantinya masing-masing aplikasi tersebut akan dipisahkan satu sama lain oleh teknologi containerizationnya (kalau saat ini biasanya disebut sebagai container engine).

Dan nantinya ketika sudah dipisahkan, maka masing-masing aplikasi tersebut akan terisolasi satu sama lain, yang juga akan mempunyai masing-masing dependencies yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi tersebut.

Cara Kerja Container

Manfaat Jika Menggunakan Container

Pasti yang menjadi pertanyaan bagi banyak orang, “emang manfaat pake container apa? Apakah bisa mengubah tatanan dunia menjadi lebih baik? Apakah bisa membuat harga minyak dunia menjadi turun drastis?”

Pasti setiap teknologi yang diciptakan itu akan mempunyai suatu tujuan dan juga manfaat, termasuk teknologi container ini. Tapi yaa kalau manfaat sampai membuat harga minyak dunia drastis, sepertinya sulit. Hmmm

Tapi, pada bagian ini kita coba jelaskan manfaat apa aja yang kamu akan dapatkan ketika menggunakan teknologi container ini yaa:

1. Efisien

Kenapa? Merujuk pada contoh kasus yang dijelaskan di atas, yang mana kalau kita mengikuti terus dengan menggunakan teknologi tradisional, maka secara efisiensi baik itu dari segi cost maupun resources, kita akan mengalami kerugian.

Contohnya juga, semisal kita mau buat 100 aplikasi, berarti kalo menggunkan tradisional kita juga perlu 100 server yang berbeda juga. Tapi semisal kita menggunakan container, maka mungkin bisa dipangkas menjadi 50 server ataupun kurang (jadi masing-masing server bisa menampung 2 atau lebih aplikasi yang berbeda).

2. Portabel

Portabel ini dalam arti tiap container yang kita deploy itu pasti akan mempunyai image, yang mana aplikasi yang kita ingin buat, itu disimpan pada image tersebut (container image). Jadi dengan image tersebut, jika kita ingin memindahkan, scaling, ataupun clustering, kita dengan mudah untuk menggunakan image tersebut saja.

Dan mungkin secara analoginya itu seperti sebuah “container” beneran (itu yang kek di Tanjung Priok), dan terus ingin dipindahkan dari kapal yang satu dengan kapal yang lain, yang mana mungkin kapal yang lama itu akan diperbaiki, jadi container tersebut dipindahkan ke kapal yang baru.

3. Kecepatan

Yes, jika kita akan membuat aplikasi yang dideploy di atas container, maka aplikasi kita akan lebih cepat untuk dibuat jika dibandingkan menggunakan metode tradisional seperti dengan server fisik ataupun server virtual (virtual machine).

Kenapa? Karena jika dibandingkan dengan metode tradisional tersebut, yang mana dalam membuatnya kita akan perlu mengatur dari segi infrastrukturnya baik network, spesifikasi (cpu, ram, storage), sampai proses-proses dari sistem operasi yang sebenarnya tidak perlu dibutuhtkan untuk menjalankan aplikasi yang akan kita buat.

Karena saat ini sudah banyak container engine seperti docker yang dapat membuat ratusan container dalam waktu beberapa detik, jadi hal tersebut akan membuat proses lifecycle dari aplikasi yang kita buat juga akan lebih cepat.

Baca juga: Apa itu Docker dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Penutup

Sampai sini dulu yaa untuk artikel terkait tentang teknologi yang saat ini sedang booming yaitu containerization, mudah-mudahan artikel ini dapat menambah wawasan ataupun referensi terkait hal tersebut.

Namun jika kamu ingin konsultasi lebih jauh perihal teknologi container ini ataupun tentang hal-hal lainnya yang berkaitan dengan Cloud, feel free untuk hubungi Tim ViBiCloud dengan klik tombol “Contact Us” di bawah ini yaa.

So, see you on the next article, stay safe and stay healthy.

Konsultasikan lebih lengkap dengan tim kami, klik button dibawah ini.