Notice: Error when decoding a theme.json schema for user data. Syntax error in /home/code-kobo/public_html/wp-includes/class-wp-theme-json-resolver.php on line 314

Notice: Error when decoding a theme.json schema for user data. Syntax error in /home/code-kobo/public_html/wp-includes/class-wp-theme-json-resolver.php on line 314

021-3970 9999 info@vibicloud.com

Mana Server yang Lebih Ekonomis? On Premise, Hybrid atau Cloud

Cloud_Server

Table of Contents

Kebutuhan IT dalam sebuah bisnis merupakah hal yang sangat penting pada era modern ini. Berbicara mengenai IT, salah satunya adalah server yang merupakan kebutuhan primer pada bisnis perusahaan yang sangat diperlukan dan dipertimbangkan dalam pengoperasiannya. Apakah menggunakan Server On Premise, Cloud atau Hybrid Cloud?

Mengapa server begitu sangat penting?

Sangat penting, terutama bagi perusahaan maupun organisasi yang mengelola sebuah informasi dalam jumlah besar. Server umumnya berhubungan dengan penyimpanan data, data yang tersimpan di dalam server berupa berbagai jenis dokumen dan informasi yang kompleks.

Layanan tersebut bertujuan untuk memberikan kebutuhan bagi pihak client yang menyediakan akses informasi kepada pengguna atau user.

Server memiliki peran penting untuk mengirim dan menerima data dan informasi secara lebih cepat. Di dalam bentuk fisiknya, server merupakan jaringan komputer yang memiliki ukuran yang sangat besar, serta menampung komponen seperti processor dan RAM dengan kapasitas yang besar.

Pada artikel ini akan membahas secara detail mengenai macam-macam server pusat pengelolaan data dan aplikasi yaitu On premise, Hybrid Cloud dan Cloud. Setelah itu kamu dapat pertimbangan manakah yang lebih ekonomis dalam pengembangan bisnis Anda.

On Premise beserta Kelebihan dan Kekurangan

on-premise

On Premise adalah penerapan teknologi dimana mulai dari pengadaan hingga pengaturan infrastruktur maupun software dilakukan oleh perusahaan itu sendiri (secara internal). Mulai dari server, developer, design dan lain sebagainya dilakukan oleh perusahaan.

Perusahaan dapat dengan mudah mengontrol semua database yang ada didalamnya karena semua data disimpan dimana perusahaan itu berada.

Hanya saja, perusahaan perlu mengeluarkan biaya lebih besar karena harus merekrut tim IT operasional sendiri, mengeluarkan biaya berkelanjutan untuk pemeliharaan hardware dan pembaharuan software.

Kelebihan:

  • Keamanan ada di tangan organisasi
  • Organisasi hosting di tempat (Pengendalian sesuai solusi sendiri)
  • Organisasi memiliki kontrol lebih besar atas implementasi

Kekurangan:

  • Biaya awal investasi awal besar dan dianggap berisiko
  • Terdapat biaya pemeliharaan perangkat keras yang berkelanjutan
  • Menimbulkan masalah dengan pembaruan perangkat lunak
  • Proses pengontrolan memakan waktu lebih lama
  • Terdapat pemeliharaan untuk update sistem operasi dan sistem pendukung

Hybrid Cloud Beserta Kelebihan dan Kekurangan

hybrid

Hybrid Cloud adalah pemanfaatan komputasi awan secara hibrida, perusahaan dapat mengombinasikan proses pengolahan data dengan pemanfaatan Cloud Computing dan olah data secara langsung di data center perusahaan.

Seperti perusahaan yang berhubungan dengan pelayanan luas membutuhkan dua server yang dapat diakses oleh publik dan yang hanya dapat diakses oleh orang internal.

Misalnya sebuah perusahaan menggunakan Cloud untuk sistem registrasi, website, aplikasi dan lain sebagainya. Sedangkan mereka menggunakan on premise untuk menyimpan dan mengolah data penting client, catatan finansial, dan lainnya.

Hybrid Cloud cocok digunakan untuk beban kerja yang dinamis sesuai dengan keperluan dengan aman dan efisien dengan workload yang semestinya. Hybrid Cloud juga dapat mengeluarkan biaya yang bisa dikatakan cukup besar karena masih menggunakan server on premise dan bersamaan pada Cloud juga.

Kelebihan:

  • Keamanan data yang terjaga
  • Manajemen Infrastruktur dengan fleksibilitas tinggi
  • Kebutuhan skalabilitas pada on premise atau Cloud

Kekurangan:

  • Infrastruktur yang kompleks
  • Kebutuhan tenaga ahli
  • Biaya yang masih dikatakan cukup besar

Baca Juga: 3 Langkah Mudah Memulai Adopsi Hybrid Cloud untuk Bisnis Anda

Public Cloud beserta Kelebihan dan Kekurangan

cloud

Cloud Computing adalah teknologi berbasis komputasi awan modern yang pasti telah Anda ketahui, terlebih jika Anda sudah lama bergelut di dunia IT.

Server pusat yang sepenuhnya berbasis komputasi awan ini tersimpan secara virtual di internet, dengan sangat mudah untuk melakukan semua proses, baik itu menyimpan, mengakses atau mengolah data dan aplikasi.

Sumber daya yang disimpan dan didistribusikan melalui Cloud bisa berupa server, database, jaringan, software, penyimpanan data, dan masih banyak lagi.

Kelebihan:

  • Cost optimization sesuai kebutuhan
  • Adanya pay as you go
  • Fleksibilitas penggunaan sumber daya
  • Tidak ada biaya pengadaan infrastruktur fisik
  • Mudah diakses dimana saja secara virtual
  • Adanya autoscaling dan automation
  • High availability
  • High security and privacy

Kekurangan:

  • Bergantung pada koneksi internet
  • Perlu memilih vendor yang tepat

Setelah kita memahami perbedaan On premise, Hybrid Cloud dan Cloud Computing dari pengertiannya, kelebihan dan kekuranganya, apakah Anda saat ini sudah bisa memilih manakah solusi ekonomis yang terbaik untuk mengoptimalisasikan TCO (Total Cost Of Ownership) sesuai kebutuhan, akan tetapi tetap memanfaatkan kualitas dengan teknologi modern.

TCO LEBIH BERHARGA DARI HARGA PEMBELIAN

Didalam sebuah projek IT baru, pertanyaan abadi terhadap perusahaan adalah haruskah kami membeli peralatan fisik atau pergi beralih ke Cloud?

Untuk memahami dampak ekonomi jangka panjang dari memiliki infrastruktur vs layanan Cloud, perlu untuk menghitung TCO dengan benar.

Biaya awal pada On premise yang menunjukkan bahwa beberapa adalah biaya satu kali, seperti pembelian peralatan fisik, yang lain adalah biaya berulang (staf pemeliharaan, biaya colocation, konsumsi energi) yang akan terjadi selama seluruh periode penggunaan environment.

Kami merekomendasikan penghitungan TCO untuk periode 3-5 tahun karena masa pakai peralatan fisik akan segera berakhir setelah 5 tahun digunakan. Setelah 3-5 tahun, perlu untuk mengevaluasi keadaan perangkat keras dan menempatkan anggaran untuk seluruh biaya pembelian lagi untuk merancang infrastruktur yang modern dan berkinerja.

Kesimpulan

Dari penjelasan diatas mengenai on premise vs cloud, kita mengetahui bahwa menggunakan Cloud maupun Hybrid Cloud adalah merupakan pilihan yang tepat jika ingin mengoptimalkan biaya. Anda tidak perlu membangun infrastruktur fisik yang kompleks dan memakan biaya sangat mahal dengan durasi pemakaian yang cukup singkat.

Untuk menggunakan Cloud, tidak perlu bingung untuk bagaimana memulainya dan memilih Cloud Service Provider yang tepat, ViBiCloud merupakan perusahan yang expert dalam bidang Cloud Computing.

Dengan banyak tenaga ahli yang bersertifikasi internasional dan pengalaman yang sudah cukup lama, ViBiCloud dapat memberikan pengalaman dan solusi terbaik untuk Anda dalam Cloud Economics Journey perusahaan Anda sehingga perusahaan dapat semakin fokus dalam mengembangkan bisnis tanpa harus memikirkan infrastruktur fisik.

Konsultasikan kepada kami sekarang juga dengan tanya kepada tim Expert kami klik tombol “Contact Us” GRATIS!

Konsultasikan lebih lengkap dengan tim kami, klik button dibawah ini.