Notice: Error when decoding a theme.json schema for user data. Syntax error in /home/code-kobo/public_html/wp-includes/class-wp-theme-json-resolver.php on line 314

Notice: Error when decoding a theme.json schema for user data. Syntax error in /home/code-kobo/public_html/wp-includes/class-wp-theme-json-resolver.php on line 314

021-3970 9999 info@vibicloud.com

Pilih Mana, CapEx atau OpEx Untuk Solusi Cloud?

capex-opex-vibicloud

Table of Contents

Perencanaan anggaran pada sebuah perusahaan dalam menunjang perkembangan bisnis ataupun operasional, dapat dibagi menjadi 2 model pengeluaran, yaitu Capital Expenditure (CapEx) dan Operating Expenses (OpEx). Secara garis besar, keduanya dapat dibedakan berdasarkan besar biaya dan kapan biaya tersebut harus di keluarkan.

Pengertian CapEx dan OpEx

CapEx sering diartikan sebagai model pengeluaran yang dilakukan sebuah perusahaan untuk menambah nilai aset dengan manfaat di rentang waktu yang cukup lama, biasanya 5-10 tahun. Contoh dari pengeluaran CapEx seperti pembelian kendaraan untuk operasional perusahaan.

Sedangkan OpEx adalah model pengeluaran yang dilakukan sebuah perusahaan dengan tujuan untuk menunjang proses operasional pemeliharaan aset yang sudah di beli.

Contohnya seperti pengeluaran biaya bensin dan service dalam menunjang kendaraan operasional perusahaan agar dapat digunakan sehari-hari dan tidak mudah rusak. Sehingga dalam hal ini, CapEx dan OpEx menjadi satu-kesatuan model pengeluaran yang saling melengkapi. Tapi bagaimana penerapan CapEx dan OpEx pada pembiayaan IT di era digital ini?

Pada artikel ini akan di jelaskan perbandingan CapEx dan OpEx agar Anda dapat memilih, mana yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda.

Model Pengeluaran CapEx

pertumbuhan pelanggan

Didunia IT, model pengeluaran CapEx biasa diartikan sebagai biaya yang dikeluarkan diawal dengan jumlah besar untuk pengadaan server infrastruktur. Biaya ini biasanya sudah di prediksikan untuk jangka waktu 3-5 tahun dengan tujuan meningkatkan profit perusahaan.

Tidak heran rata-rata perusahaan yang mengadopsi model CapEx ini adalah perusahaan besar yang sudah memiliki pelanggan dengan jumlah yang stabil, karena memerlukan modal yang cukup besar di awal. Oleh karena itu, tidak semua perusahaan dapat menggunakan model pengeluaran CapEx, khususnya perusahaan kecil atau menengah yang sekarang banyak bermunculan sebagai perusahaan startup.

Model Pengeluaran OpEx

pertumbuhan pelanggan pengeluaran opex

Sementara itu, model pengeluaran OpEx biasa diartikan sebagai biaya yang dikeluarkan secara berkelanjutan sesuai dengan banyaknya server yang digunakan. Dengan kata lain, ketimbang membeli server dengan biaya modal besar diawal, model OpEx ini dibayarkan untuk penyewaan server yang disediakan oleh penyedia server yang dibayarkan bulanan.

Bahasa lain dari model OpEx ini adalah Pay As You Go, dimana perusahaan hanya membayarkan apa yang benar-benar digunakan saja di bulan tersebut.

Salah satu model bisnis yang cocok dengan model pengeluaran OpEx ini adalah bisnis yang tidak terprediksi berapa biaya yang diperlukan, karena dapat berubah setiap saat.

Seperti contohnya penggunakan aplikasi online, dimana biasanya terdapat tanggal-tanggal tertentu aplikasi tersebut digunakan oleh ribuan orang secara tiba-tiba, namun ada waktu dimana penggunaan aplikasi tersebut juga berkurang.

Dengan demikian, model OpEx ini dapat menjawab kebutuhan dari perusahaan di kalangan kecil hingga menengah dalam menunjang bisnis mereka.

Penerapan Model Pengeluaran Dalam Cloud Computing

Di era digital saat ini, public cloud menjadi salah satu pilihan yang menarik perhatian perusahaan untuk menjalankan bisnisnya.

Dengan tersedianya penyedia cloud server yang memiliki kemampuan mumpuni dalam mengelola, memelihara, hingga melakukan pembaharuan setiap saat untuk infrastruktur servernya, maka pelanggan yang menyewa server cloud tersebut tidak perlu kawatir lagi bagaimana proses operasional, maintenance, hingga penyelesaian masalah ketika terjadi kerusakan pada server.

Baca Juga: 3 Langkah Mudah Memulai Adopsi Hybrid Cloud untuk Bisnis Anda

Pelanggan hanya perlu menyewa server sejumlah dan sebesar yang diperlukan saja, tanpa perlu membeli server tersebut, bahkan tanpa biaya operasional seperti pemeliharaan server di on-premise sebelumnya.

1. Penerapan Model Pengeluaran OpEx Dalam Cloud Computing

Public cloud menyediakan model pengeluaran OpEx yang bisa menjadi penyeimbang cash flow perusahaan saat bisnis yang berjalan menjadi sangat dinamis karena permintaan pelanggan yang berubah-ubah setiap saat.

Dengan kata lain, public cloud menyediakan fleksibilitas dalam menunjang bisnis pelanggan, termasuk juga dalam mengikuti kecepatan perkembangan bisnis pelanggan.

2. Penerapan Model Pengeluaran CapEx Dalam Cloud Computing

Disamping itu, public cloud juga menyediakan model pengeluaran CapEx dimana salah satu layanan yang disediakan adalah reserve instance upfront payment.

Model ini ditujukan kepada perusahaan dengan pengeluaran yang sudah terprediksi seberapa besar dan seberapa banyak server yang diperlukan selama 1-3 tahun kedepan, termasuk juga dengan terprediksinya permintaan pelanggan terhadap bisnis perusahaan.

ViBiCloud sebagai salah satu partner yang menyediakan multi-cloud provider, menawarkan jasa konsultasi kepada pelanggan dalam menjalankan bisnis sesuai dengan kepentingan yang ada. Salah satunya membantu pelanggan dalam mengkonversikan model pengeluaran CapEx menjadi OpEx dengan mentransformasikan infrastruktur ke public cloud.

ViBiCloud juga dapat membantu pelanggan dalam perencanaan biaya dalam jangka waktu yang panjang sesuai dengan perkembangan bisnis pelanggan, dimana layanan atau komponen yang digunakan di public cloud dapat di kombinasikan antara model CapEx dan model OpEx, sehingga solusi yang diberikan lebih efektif dan efisien, tanpa mengesampingkan performa dari lingkungan IT.

Ingin tahu lebih lanjut? Yuk konsultasikan ke ViBiCloud dengan klik Button “Contact Us” dibawah ini ya.

Konsultasikan lebih lengkap dengan tim kami, klik button dibawah ini.