Notice: Error when decoding a theme.json schema for user data. Syntax error in /home/code-kobo/public_html/wp-includes/class-wp-theme-json-resolver.php on line 314

Notice: Error when decoding a theme.json schema for user data. Syntax error in /home/code-kobo/public_html/wp-includes/class-wp-theme-json-resolver.php on line 314

021-3970 9999 info@vibicloud.com

Apa sih Sebenarnya NOC atau Network Operation Center?

layanan vibicloud

Table of Contents

Halo, pada artikel ini kita akan membahas terkait tentang Network Operation Center, atau yang biasanya banyak orang kenal, terutama di dunia IT itu NOC (dibaca knock). Nah yang akan kita bahas terkait NOC tersebut mulai dari penjelasan terkait apa sih itu NOC? Hal-hal yang perlu diperhatikan jika kita akan membangun NOC, sampai cara kerja NOC tersebut. Jadi, yuk simak artikel berikut ini.

Apa sih Sebenarnya NOC Itu?

Kalau kita googling terkait penjelasan NOC, banyak penjelasan-penjelasan yang beredar, ada yang menjelaskan NOC itu merupakan suatu sistem Infrastruktur yang berguna utuk melakukan monitoring terhadap layanan-layanan IT, kemudian juga ada yang menjelaskan NOC itu merupakan suatu lokasi atau tempat yang ter-centralized dalam suatu perusahaan yang digunakan oleh para karywan perusahaan tersebut untuk memonitoring terhadap layanan-layanan IT seperti database server, aplikasi server, firewall, hingga networknya.

Nah sebenarnya kedua penjelasan tersebut sama-sama benar, karena dari kata “NOC” sendiri kalau kita terjemahkan kedalam Bahasa Indonesia, maka mempunyai arti “Pusat Operasional Jaringan”, yang dimana hal tersebut mempunyai makna sebagai pusat (bisa berbentuk lokasi, ataupun sistem infrstruktur IT) yang dibuat dan digunakan dengan tujuan untuk melakukan pemantauan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan layanan IT dalam suatu perusahaan.

NOC sendiri itu biasanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang jasa IT, seperti ISP (Internet Service Provider), CSP (Cloud Service Provider), ataupun Hosting Server. Sebagai contoh ViBiCloud sebagai salah satu penyedia jasa layanan IT, terutama di bidang Cloud Computing juga memiliki Tim untuk NOC tersebut, yang dimana tim NOC ViBiCloud mempunyai tugas untuk melakukan monitoring terhadap server ataupun layanan-layanan yang digunakan oleh seluruh Customer ViBiCloud selama 24 jam dan 7 hari terus menerus, sehingga dengan hal tersebut diharapkan untuk para Customer ViBiCloud akan merasa lebih tenang dan aman.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Membangun NOC

Jika Anda ingin membangun NOC di dalam perusahaan, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu seperti:

1. Ruangan, yes ruangan ini dalam arti lokasi atau tempat yang digunakan untuk menempatkan perangkat-perangkat keras yang harus ada untuk menunjang aktivitas monitoring terhadap layanan-layanan ITnya, seperti TV, telepon, komputer, dan sebagainya.

2. Software, hal ini sangat perlu diperhatikan karena untuk dapat kita melakukan monitoring terhadap suatu server atau layanan IT, maka pasti akan menggunakan software yang dipasang atau diinstall pada server atau layanan IT tersebut.

Untuk software monitoring tersebut akan mencakup mulai dari monitoring secara penggunaan resources server (seperti CPU, RAM, Storage), kemudian juga alert yang berguna untuk menginformasikan status dari layanan yang dimonitornya dalam keadaan seperti apa.

Saat ini sudah banyak sekali software yang berguna untuk monitoring tersebut, seperti PRTG, Datadog, Azure Log Analytics, AWS Cloudwatch, dan lain-lain.

3. Tim, kenapa Tim juga merupakan termasuk salah satu hal yang perlu diperhatikan? Karena dalam hal monitoring, kita tidak bisa hanya dengan mengandalkan “software” saja, pasti juga diperlukannya campur tangan “manusia” untuk melakukan monitoringnya.

Pada beberapa perusahaan biasanya menyebut Tim ini yaitu Tim NOC, yang dimana dalam Tim ini terdiri dari beberapa staff yang bekerja secara bergantian (shifting) selama 24×7 untuk memonitoring layanan ITnya, agar layanan tersebut dapat selalu terpantau dan melakukan tindakan yang lebih cepat untuk memulihkan layanan tersebut jika terdapatnya gangguan.

Baca Juga: Ada Apa Saja Layanan Cloud Computing?

Bagaimana sih Cara Penerapan NOC?

Secara penerapan dalam NOC sebenarnya ada mudahnya dan juga ada sulitnya, dan mungkin kita ke bagian yang mudah-mudah dulu yaa

Bagian mudahnya, yang dimana penerapannya dapat dimulai dari melakukan installasi software monitoring pada server-server yang ingin dimonitornya. Untuk installasinya sendiri biasanya cukup mudah, namun tergantung dari software monitoring yang digunakannya.

Sebagai contoh, jika menggunakan PRTG, maka pada server yang akan dimonitornya itu, hanya butuh install SNMP client saja, dan nanti PRTG akan menggunakan SNMP tersebut dalam melakukan monitoring terhadap resources dari servernya.

Kemudian seperti yang sebelumnya dijelaskan sekilas di atas, beberapa contoh resources yang harus dimonitor itu mencakup:

  • Uptime server, yang dimana berguna agar mengetahui tingkat SLA dari server yang dimonitoring
  • CPU, RAM, Storage. Resources ini merupakan salah satu yang diharuskan untuk dimonitoring karena berguna untuk mengetahui bersumber dari mana saja jika aplikasi yang ada di dalamnya mengalami gangguan (penurunan performa / lambat).
  • File logs, sebenarnya untuk hal ini opsional, namun sangat direkomendasikan untuk dimonitor juga, karena dari log-log tersebut tersimpan historical kegiatan dan status dalam bentuk text dari servernya. Hal ini akan sangat berguna jika kedepannya terdapat audit pada server tersebut, serta dapat mengetahui apa dan bagaimana jika servernya mengalami kegagalan. Dan juga ada pepatah mengatakan:

“Log is The Single Source of Truth”

Nah, sekarang kita bahas terkait sulitnya dalam penarapan NOC, atau mungkin kita jangan bilang sulit tapi tricky ya, hehe. Jadi untuk hal tricky-nya ini dalam artian, seperti membuat Tim yang bersedia bekerja secara shifting agar dapat memonitoring selama 24 jam per 7 hari secara terus-menerus. Tentu saja jam kerjanya sesuai dengan ketetapan pemerintah, yakni 7 jam dalam sehari ataupun 40 jam dalam 1 Minggu. Untuk menerapkan hal tersebut kita harus membuat jadwal untuk para Staffnya dalam melakukan hal tersebut.

Selain itu, diperlukannya juga sebuah aturan untuk melakukan handover kerjaan kepada para Staff yang akan melanjutkan shifting-nya, yang dimana dari aturan tersebut diharapkan dapat membantu case apa saja yang telah dimonitoring ataupun dikerjakan oleh Staff pada shift ke 1, yang kemudian dilanjutkan oleh Staff pada shift ke 2, sehingga dapat meminimalisir terdapatnya case yang terlewat.

Lalu Bagaimana Cara Pengecegahan Terhadap Gangguan Layanan?

Untuk pencegahan terhadap gangguan-gangguan yang kemungkinan akan terjadi kedepannya itu, ada 2 cara, yaitu:

1. Otomatis, yang dimana cara otomatis ini dalam artian kita perlu membuat monitoring beserta dengan notifikasi alert dan action triggernya. Karena biasanya untuk beberapa software monitoring itu hanya bisa untuk memonitor dan membuat alert notifikasi saja jika terdapatnya gangguan.

Untuk action triggernya tersebut akan diperlukan layanan tambahan, hal ini mempunyai maksud ketika terdapatnya gangguan terhadap server yang dimonitoring, maka aka nada action secara “otomatis” yang dilakukan (tanpa ada campur tangan manusia).

Sebagai contoh, jika kita menggunakan Azure Log Analytic yang diintegrasikan dengan layanan Logic Apps, maka kita bisa melakukan blocking secara otomatis terhadap IP Public yang terindikasi melakukan hacking atau malicious flow lainnya terhadap VM yang ada di Azure, sehingga serangan-serangan yang berasal dari IP Public tersebut akan berhenti.

Nah, kalau Anda juga tertarik dengan contoh tersebut, feel free untuk kontak kami perihal scenario yang diinginkan tersebut, dengan cara klik tombol Contact Us pada artikel ini.

2. Manual, yang dimana cara manual ini dalam artian setelah software monitoring telah dibuat dan diinstall pada masing-masing server, maka dari Staff NOC dapat melakukan pemantauan dari software monitoring tersebut. Dan nantinya jika terdapat indikasi sensor monitoring yang mengalami gangguan, maka bisa dilakukan pengecheckan secara manual ke dalam server terdapat monitoring tersebut, apakah servernya memang benar-benar mengalaim gangguan atau hanya sebatas false alert.

Kemudian jika memang terdapat server yang mengalami gangguan, maka server tersebut diharuskanlah untuk dilakukan troubleshooting hingga server tersebut balik lagi menjadi dengan keadaan yang normal.

Penutup

Jadi, sampai sini dulu yaa untuk artikel terkait tentang Network Operation Center, atau yang biasanya kita sebut sebagai NOC. Dan jika ingin mencoba ataupun mengetahui lebih dalam tentang NOC ini, jangan sungkan-sungkan untuk kontak Tim ViBiCloud dengan cara klik tombol Contact Us di bawah ini, agar dapat dengan senang hati Tim ViBiCloud bantu terhadap kendala-kendala yang ada.

Soo, for the last words, see you for the next article yaa, stay safe and stay healthy.

Konsultasikan lebih lengkap dengan tim kami, klik button dibawah ini.