Apa itu Business Continuity dan Disaster Recovery? Apa Manfaat Bagi Perusahaan?

Apa itu Business Continuity dan Disaster Recovery? Apa Manfaat Bagi Perusahaan?

Image module

Albert Christianto

Contributor

Business Continuity dan Disaster Recovery atau BCDR adalah sebuah metode yang digunakan untuk memulihkan layanan bisnis ketika terjadi disaster, sehingga bisnis tetap berjalan. Business Continuity dan Disaster Recovery dibagi menjadi 2 komponen utama:

  1. Business Continuity
    Business Continuity terfokus pada operasional bisnis. Didalamnya terdapat kebijakan dan prosedur agar bisnis tetap berjalan meskipun terjadi disaster.
  2. Disaster Recovery
    Disaster Recovery terfokus pada teknologi infrastruktur untuk menjalankan layanan bisnis tetap tersedia walaupun terjadi disaster.

Disaster dapat dibagi menjadi 3 perspektif:

  1. Software
    Kerusakan pada software dapat terjadi karena terkena malware yang menyebabkan beberapa data menjadi corrupt, ataupun server tidak dapat menahan request yang sangat banyak dalam satu waktu (seperti DDOS), sehingga menyebabkan downtime atau bahkan tidak dapat di gunakan lagi sehingga perlu membangun environment yang baru. Downtime pada software juga dapat terjadi karena dilakukan maintenance atau update version pada OS, hypervisor, dan lain-lain.
  2. Hardware
    Kerusakan pada hardware dapat terjadi karena sudah end of life (lifecycle infrastruktur ±5 tahun), hardware terbakar, ataupun human error ketika mengoperasikan server.
  3. Bencana alam
    Kerusakan yang terjadi karena bencana alam dapat mengakibatkan downtime pada layanan bisnis. Dalam bencana alam, terdapat beberapa kategori berdasarkan luas lingkupnya:
    • Terjadi bencana pada 1 lantai dalam suatu datacenter (misal: pemadaman listrik)
    • Terjadi bencana pada 1 gedung datacenter (misal: pemadaman listrik)
    • Terjadi bencana pada 1 titik wilayah (Zone) dalam suatu negara (misal: pemadaman listrik atau gempa bumi)
    • Terjadi bencana pada 1 negara (Region) (misal: gempa bumi, tsunami)

Untuk mengatasi disaster tersebut, maka perlu di sesuaikan skenario BCDR yang tepat untuk di implementasikan. Terdapat source sebagai sumber datanya, dan target sebagai datacenter kedua nya ketika terjadi disaster.

Best Practice Business Continuity dan Disaster Recovery / BCDR.
Terdapat beberapa best practice dari solusi BCDR berdasarkan kebutuhannya:

  1. Untuk proses transfer / sinkronisasi data yang lebih lancar, maka diperlukan bandwidth yang di dedikasikan secara khusus untuk BCDR dan tidak sharing untuk operasional lainnya. Hal ini juga tidak mempengaruhi experience user ketika perlu pengaksesan ke internet
  2. Besar bandwidth yang digunakan berdasarkan besar data yang digunakan. Namun berdasarkan pengalaman, rekomendasi dari artikel ini minimal 25 Mbps
  3. Metode backup-restore dan sinkronisasi dapat di kombinasikan sebagai best practice. Hal tersebut berdasar pada case berikut:

Pada metode sinkronisasi akan memberikan benefit low RPO dan RTO, sehingga dalam pemulihan layanan bisnis akan lebih cepat dan user tidak perlu mengalami hal yang signifikan. Namun ketika hasil sinkronisasi dari source server dan target server adalah sama, maka ketika data di source server terkena virus, virus tersebut juga ikut tersinkronisasi ke target server. Untuk mengatasi ini, kita perlu adanya backup data yang dengan penjadwalan backup sehari 1x, sehingga ketika source server terkena virus dan beberapa file corrupt, maka kita bisa melakukan pemulihan dari data di hari sebelumnya, dimana data belum terkena virus.

Kenapa perusahaan harus menggunakan Business Continuity dan Disaster Recovery / BCDR?

  • Meminimalisir Penggunaan Sumber Daya
    Disaster recovery ini biasanya menggunakan virtual asset di cloud computing , yang mana dapat menghemat penggunaan sumber daya.
    Jadi, jika sudah menggunakan layanan ini di penyedia layanan disaster recovery (seperti ViBiCloud) semua kebutuhan untuk mengamankan aset perusahaan akan disediakan.
  • Kemanan bisnis lebih terjamin
    Penyedia layanan sudah pasti akan menjamin setiap data yang ada, dalam bentuk fisik maupun secara digital. Selain itu, sebagai pemilik perusahaan juga bisa meminta laporan bagaimana kondisi disaster recovery di dalam perusahaan.
    Penggunaaan disaster recovery juga bisa dilakukan sebelum bencana, saat bencana, dan sesudah bencana. Jadi, tidak perlu khawatir jika tiba-tiba perusahaan tertimpa bencana.

Jadi, penggunaaan Business Continuity dan Disaster Recovery / BCDR sangat penting untuk kelangsungan perusahaan dan meng-efisiensikan sumber daya yang digunakan.
Dengan plan tersebut maka dampak keseluruhan bencana dapat diminimalisir pada sistem dan sumber daya. Selain itu juga dapat memaksimalkan kemampuan suatu perusahaan atau organisasi untuk pulih dari bencana lebih cepat.

div#stuning-header .dfd-stuning-header-bg-container {background-image: url(https://vibicloud.com/wp-content/uploads/2020/05/BCDR-vibicloud.jpeg);background-color: #ffffff;background-size: initial;background-position: left top;background-attachment: scroll;background-repeat: no-repeat;}#stuning-header div.page-title-inner {min-height: 350px;}